CRISIS IS THE OPPORTUNITY FOR HAPPY TIMES
Semua mahasiswa tau, saat tersulit dalam masa kuliah adalah… masa skripsi.
Tapi bagiku masa itu ditambah lagi kesulitan BOKEK alias ga punya uang untuk bisa bayar uang kuliah, bayar rental komputer, print-print untuk skripsi, bahkan untuk makan. Kalo Ortu lagi ga punya uang kan kita ga bisa paksa. tapi aku tentu saja ga mau di tengah jalan keluar karena aku sudah berusaha sejauh itu. Jadi aku agak mulai stress mikir gimana caranya agar aku bisa punya uang kuliah dan gimana masa depanku.aku jadi pemurung.
Tapi aku teringat mazmur 139:16 ”mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu tertulis hari-hari yang akan dibentuk. sebelum ada satupun dari padanya.”Jadi aku percaya saja pada Tuhan dan tidak kuatir lagi.
Waktu itu agak ngiri sama adikku karena dia udah bisa menghasilkan uang sendiri tapi aku sebagai kakak malah belum bisa menghasilkan uang sama sekali. Adikku Monica udah punya uang dari dua sumber yang pertama pelayanannya sebagai multimedia yaitu yang tayangin teks lagu dari labtop ke layar biar semua orang yang di gereja bisa ikut nyanyi walaupun ga hafal dan kedua dari yang aku tau dia jual make up. tapi aku ga tau apa. Pas aku pulang ke Jakarta. aku liat penghasilan dari keuntungan langsungnya dari jual make up tersebut lumayan, padahal dia cuma iseng2. berawal dari teman gerejanya yaitu ci Sari yang menawarkan make up tsb ke adikku yang dikatakannya bisa lebih murah kalo jadi member. Adikku mau mendaftar jadi member karena seneng pengen beli banyak barang dengan harga lebih murah. ternyata temen-temennya juga mau beli.
Tapi aku cuek saja dengan bisnis jual make up adikku tsb karena aku merasa tidak bisa make up karena aku tomboy banget. ga mungkin aku bisa jualan barang begituan. Bahkan kalo ngomong lipstik aja pasti aku salah sebut listrik. saking awamnya aku dengan dunia tsb. Waktu itu ada acara di oriflame (yaitu merk make up yang dijual adikku), aku awalnya ga niat ikut acaranya cuma mau temenin adikku aja daripada bengong di rumah. Ternyata ada yang adikku sebut sebagai Director-nya adikku di Oriflame yaituIbu Suyeni yang jelasin keuntungannya. Aku yang tadinya cuek aja duduk di belakang jadi semangat ngeliat keuntungan yang bisa aku dapat. apalagi pas liat bonus uang yang bisa kudapat. caranya pun aku pikir ga sulit cuma liatin buku katalog oriflame ke orang. Aku langsung kebayang uang yang bisa kudapat untuk biaya kuliah&skripsiku juga masa depanku. tapi aku pura-pura cuek pas ibu Suyeni tanya tanya ke aku karena aku harus berpikir ulang apakah peluang ini real/ aku cuma dibohongi dengan bualan tingkat tinggi.Semalaman hari itu aku tidak bisa tidur memikirkan peluang untung rugi oriflame. Aku sudah jelas tau adikku dapat untung dari oriflame. Jadi aku tau real dan bisa dijalankan. Aku tau ga sulit kasih liat katalog ke orang. Bonus uang itu yang paling menggiurkan. aku pengen kerja ga cuma untuk sekarang tapi di masa depan. Kerugiannya apa? ga ada selain uang pendaftaran yang 30 ribu itu yang aku yakin bisa ditebus dengan keuntungan langsung barangnya yang kayaknya gampang dijual. Kan orang ga usah banyak dijelasin tentang lipstik udah tau kegunaan dan cara pakainya. So malam itu aku memutuskan untuk gabung oriflame dan mengatakannya pada adikku pagi2nya. Tidak hanya itu keputusanku adalah untuk serius menekuni oriflame sampai mendapat apa yang aku inginkan. Ternyata itu adalah salah satu keputusan terbaik dalam hidupku.
Aku membuat gambar impianku yaitu aku pakai toga dan duduk di bangku gedung UNPAD (waktu itu wisuda UNPAD semua disatuin dalam 1 gedung walaupun dibagi dalam beberapa gelombang. hasilnya adalah ada banyak wisudawan/wisudawati yang kebagian di tenda luar, hanya lulusan cum laude dan beberapa jurusan saja-yang digilir yang ada di gedung). So aku berniat tidak hanya lulus tapi lulus dengan cum laude jadi aku membayangkan impianku untuk tidak duduk di luar tapi di gedung karena aku cum laude. selain itu ada beberapa gambar impianku lagi yaitu aku dan keluarga punya mobil dan jalan-jalan. karena waktu itu karena tidak punya uang kita juga tidak punya mobil. aku ingin sekali jalan-jalan dengan keluargaku.
So dengan adanya gambar impianku tsb, aku mulai memacu diriku untuk mencapai semua impian-impianku, walaupun itu terasa jauh bagiku. Walaupun aku lagi tidak punya ide untuk skripsi, aku memaksakan diri untuk datang saja ke kampus FISIP UNPAD. Walaupun malu dengan teman-teman yang lagi sidang dan udah mau beres. tapi dengan begitu aku terpacu melihat mereka dan jadi semangat dan terpaksa punya ide untuk bisa segera menyelesaikan skripsiku yang berjudul: Pengaruh pengembalian (reunifikasi) Hongkong ke RRC terhadap perdagangan Hongkong-Indonesia.
Aku juga semangat mengerjakan bisnis oriflame-ku dengan membagi waktu dengan cara jika ada ide cepat-cepat menyelesaikan skripsi. Jika tida ada ide harus segera keluar untuk refreshing sehingga dapat ide-ide baru. Nah pada saat refreshing itu aku mengunjungi teman-temanku untuk menawarkan oriflame sehingga dapat uang dari keuntungan langsung untuk makan dan keperluan skripsi.
Dengan semangat 45 aku Puji Tuhan akhirnya bisa selesai dengan cum laude dengan bonus uang yang waktu itu dari oriflame rata-rata tiap bulannya waktu itu peringkat manajer Rp700.000-an/bulan.
SENANG SEKALEEE!!!
walaupun kami harus pergi naik damri ke acara wisuda dengan baju kebaya bersama-sama keluargaku dari tempat kostku di Sukawening Jatingangor ke Dipati Ukur. Bis-nya rame banget aku hampir saja berdiri berdesak-desakkan dengan kebaya dan

make up lengkap jika saja tidak ada seorang cowo yang menawarkan tempat duduknya ke aku. Tanpa Foto karena tidak punya uang apalagi untuk makan2. mama, papa, adikku dan aku langsung ganti baju & cow ke jakarta dengan naik bis primajasa ke Jakarta dari cileunyi.



Tapi bener lho. Ternyata pas aku pikir-pikir semua itu salahku sendiri aku memilih untuk itu. Aku pikir dulu semua orang yang jahat sama aku karena ga ada yang mau jadi teman aku. Tapi ternyata aku sendiri-lah yang memilih menjauhkan diri dari temen-temen dan menyepi sendirian. Kalo saja aku punya mesin waktu aku akan travel ke masa dimana aku SD dan menasihati Felicia kecil bahwa ia yang harus berubah dulu, bukan teman-temannya. Andai saja aku bisa melakukan itu SCHOOL IS THE PERFECT HAPPY TIME !
Fotoku di SMP dekat rumahku SMP BINTANG KEJORA

Ini fotoku waktu TK. Udah chubby ya dari dulu. 